Archive

Archive for the ‘Bahan Cerita Sekolah Minggu’ Category

Tuhan Yesus Mampu Mengampuni Dosa dan Menyembuhkan Penyakit

Nats            :  Markus 2 : 1 – 12

Tujuan       :

1. ASM mengetahui Tuhan Yesus mempunyai kuasa untuk mengampuni dosa dan menyembuhkan penyakit.

2. ASM membawa teman kepada Tuhan Yesus.

Markus 2 : 1 – 12

2:1 Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. 2:2 Maka datanglah orang-orang w berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintupun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka, 2:3 ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, x digotong oleh empat orang. 2:4 Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring. 2:5 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni! y 2:6 Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya: 2:7 “Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri? z 2:8 Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu? 2:9 Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan? 2:10 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia 1 a berkuasa mengampuni dosa” –berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu–: 2:11 2“Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!” 2:12 Dan orang itupun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, b katanya: “Yang begini c belum pernah kita lihat.”

Cerita :

Penduduk kota kapernaum adalah penduduk yang sangat akrab dengan Tuhan Yesus, mereka diberikan berkat sangat melimpah dengan mendengar Firman Tuhan Yesus Kristus secara langsung dan banyak melihat kuasa dan kasihNya.

Ketika Tuhan Yesus kembali ke Kapernaum dan mendatangi satu rumah, banyak orang berkumpul di rumah tersebut hingga sampai di luar rumah. Dari sekian banyak orang yang datang pada Tuhan Yesus, ada satu orang yang lumpuh yang ingin berjumpa Tuhan Yesus, dia ingin sembuh dari penyakitnya, keinginannya sangat besar.

Ada empat orang dari banyak orang di sekitar rumah tersebut melihat dan ingin membantu orang lumpuh tersebut, mereka berpikir dengan keras bagaimana cara agar orang lumpuh tersebut dapat berjumpa dengan Tuhan Yesus.

Salah satu dari orang tersebut menyampaikan ide untuk mengangkat orang lumpuh tersebut ke atas atap rumah dan menurunkannya tepat dekat dengan Tuhan Yesus. Kemudian mereka bekerja sama menyiapkan tali dan mengangkat orang lumpuh tersebut untuk dibawa ke atap rumah. Dengan perlahan – lahan mereka menurunkan orang lumpuh tersebut hingga tepat dekat Tuhan Yesus.

Melihat usaha yang dilakukan orang lumpuh tersebut, Tuhan Yesus berkata kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!. Dalam kerumunan orang – orang yang ingin berjumpa dengan Tuhan Yesus ada ahli – ahli Taurat, ahli Taurat tersebut berkata dalam hati, “Siapa orang ini ? Berani mengampuni dosa, hanya Allah yang mampu mengampuni dosa manusia. Namun Tuhan Yesus tahu apa dipikir mereka, lalu Dia berkata,”Manakah lebih mudah berkata dosamu diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan?, kemudian Tuhan Yesus kembali menegaskan kepada ahli taurat dan semua orang, bahwa Dia berkuasa untuk mengampuni dosa.

Tuhan Yesus mendatangi orang lumpuh tersebut, “Bangun dan angkat tempat tidurmu dan pulanglah”. Kemudian orang lumpuh tersebut segera bangun dan mengangkat tempat tidurnya dan segera pulang.

Semua orang takjub melihat peristiwa tersebut dan mereka memuliakan Allah.

gambar : sermont4kids.com

Berdoa dan Tetap Terjaga

Matius 26:36-46

26:36 Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa.” 26:37 Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus p serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih 1 dan gentar, 26:38 lalu kata-Nya kepada mereka: “Hati-Ku sangat sedih, q seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku. r 26:39 Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini s lalu 2 dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki. t 26:40 Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku? u 26:41 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: v roh memang penurut, tetapi daging lemah.” 26:42 Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu! w 26:43 Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat. 26:44 Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga. 26:45 Sesudah itu Ia datang kepada murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Lihat, saatnya x sudah tiba, bahwa Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa. 26:46 Bangunlah, marilah kita pergi. Dia yang menyerahkan Aku sudah dekat.”

Saat ini kita belajar dari Tuhan Yesus tentang berdoa.

Kehidupan Yesus adalah kehidupan yang penuh dengan doa, injil mencatat Yesus selalu berdoa di pagi hari dalam waktu yang hening dan sangat pribadi.

Dalam doa, Yesus sebagai manusia menyatakan seluruh keadaan dan ketidakberdayaanNya dan yang terutama menyerahkan semuanya kepada BapaNya di surga.

Dalam doa, Yesus juga menjadi teladan untuk kita akan ketekunan,ketekunan berbanding lurus dengan Displin, Bapa kita di surga juga selalu tekun mendengar setiap doa – doa kita.

Dalam doa, Yesus juga menjadi teladan untuk kita akan pentingnya membina hubungan yang terus –  menerus dengan BapaNya di surga. Inilah bagian yang terpenting dari berdoa yaitu berhubungan dengan Bapa disurga, dengan berdoa hubungan akan terasa semakin dekat dengan Allah,dan kita akan semakin menyadari apa keinginan Allah untuk hidup kita.

Mari kita semakin tekun berdoa dan ajarkan kepada adik – adik sekolah minggu. Teman – teman dapat menyampaikan kesaksian tentang dahsyatnya kehidupan Doa dalam blog ini. Selamat Berdoa, Tuhan Yesus memberkati

KJ. 460 – Jika Jiwaku Berdoa

Syair: Leer mij, Heer, als in gabeden, P.I. Moeton, terj. I.S. Kijne (1899-1970) dengan perubahan © S.G.L. Lagu: Anni F. Harrison
1. Jika jiwaku berdoa kepadaMu, Tuhanku, ajar aku t’rima saja pemberian tanganMu dan mengaku, s’perti Yesus di depan sengsaraNya: Jangan kehendakku, Bapa, kehendakMu jadilah.
2. Apa juga yang Kautimbang baik untuk hidupku, biar aku pun setuju dengan maksud hikmatMu, menghayati dan percaya, walau hatiku lemah: Jangan kehendakku, Bapa, kehendakMu jadilah.
3. Aku cari penghiburan hanya dalam kasihMu. Dalam susah Dikau saja perlindungan hidupku. ‘Ku mengaku, s’perti Yesus di depan sengsaraNya: Jangan kehendakku Bapa, kehendakMu jadilah.

Manusia Jatuh Dalam Dosa

Nats : Kejadian 3 : 1 – 24

3:1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?”
3:2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,
3:3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.”
3:4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati,
3:5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.”
3:6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.
3:7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.
3:8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.
3:9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Di manakah engkau?”
3:10 Ia menjawab: “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.”
3:11 Firman-Nya: “Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?”
3:12 Manusia itu menjawab: “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.”
3:13 Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: “Apakah yang telah kauperbuat ini?” Jawab perempuan itu: “Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan.”
3:14 Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: “Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu.
3:15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.”
3:16 Firman-Nya kepada perempuan itu: “Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu.”
3:17 Lalu firman-Nya kepada manusia itu: “Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:
3:18 semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;
3:19 dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.”
3:20 Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.
3:21 Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.
3:22 Berfirmanlah TUHAN Allah: “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya.”
3:23 Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil.
3:24 Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyala beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.

Tujuan

  1. ASM mengetahui cerita manusia jatuh dalam dosa.
  2. ASM mengetahui Allah membenci dosa.
  3. ASM mengetahui akibat berbuat dosa.
  4. ASM tidak meremehkan dosa.

Nyanyian ;

KJ. 29 DI MUKA TUHAN YESUS
1. Di muka Tuhan Yesus betapa hina diriku. Kubawa dosa-dosaku di muka Tuhan Yesus.
2. Di muka Tuhan Yesus tersungkur kar’na dosaku, kubuka kerinduanku di muka Tuhan Yesus.
3. Di muka Tuhan Yesus ‘ku insaf akan salahku; bertobat kini hatiku di muka Tuhan Yesus.
4. Di muka Tuhan Yesus kudapat kasih sayangNya; hatiku pasrah berserah di muka Tuhan Yesus

Cerita :

Ada seekor ular sedang berjalan di sekitar taman, dia sedang memperhatikan seorang perempuan yang sedang  berdiri memandang pohon dengan buahnya.

Ular                        :  Hai, cantik sedang apa kamu ?

Perempuan           : Aku sedang lihat pohon ini, buahnya menarik sekali

Ular                        : Waduh, betul sekali kamu, buah dari pohon ini sangat menarik sekali.

Tapi, Allah kan bilang, “ Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya,bukan?”

Perempuan           : Buah pohon – pohonan dalam taman ini boleh kami makan, tapi buah pohon yang ada

dalam taman ini tidak boleh dimakan atau dipegang, nanti kamu mati. Itu kata Allah.

Ular                        : Tidak demikian, Allah bilang, ” Sekali – kali kamu tidak akan mati, Allah tahu jika kamu makan,

mata kamu akan terbuka dan kamu sama seperti Allah tahu yang baik dan yang jahat

Perempuan           : Aku ambil buah ini, aku makan, mmmm enak, suamiku makanlah buah ini enak rasanya.

Ketika mereka selesai memakan buah tersebut, mata mereka terbuka dan mereka sadar kalau mereka telanjang, mereka malu lalu mereka segera mengambil daun pohon untuk menutupi tubuh mereka.

Manusia dan perempuan itu sembunyi di semak – semak, mereka takut dan malu terhadap Allah. Ketika mereka mendengar langkah kaki Allah di dalam taman, mereka bersembunyi. Mereka sangat takut.

Allah                      : Adam, hawa dimanakah engkau ? Dimanakah engkau? mengapa bersembunyi?

Manusia               : Aku takut Tuhan, aku telanjang, maka aku bersembunyi.

Allah                     : Siapa yang beritahu kalian telanjang ? Apakah engkau makan buah dari pohon  yang Ku larang itu ?

Manusia              : Perempuan ini yang memberikan dan menyuruhkan aku untuk makan  buah itu .

Allah                    : Apa yang telah kau hai perempuan ?

Perempuan        : Ular itu telah menipu aku, maka aku makan buah itu.

Lalu Allah  berkata kepada ular itu, karena engkau telah memperdaya manusia, engkau menjadi binatang terkutuk. Engkau akan berjalan dengan perut mu dan debu tanah akan kamu makan seumur hidupmu dan engkau dan keturunanmu akan bermusuhan dengan perempuan ini dan keturunannya. Keturunannya akan meremukkan kepalamu dan engkau akan meremukkan tumitnya.

Allah memberikan hukuman kepada manusia dan istrinya karena telah melanggar dari apa yang telah diperintahkan.

Allah                   : Hai perempuan, kau akan susah payah saat mengandung, dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu

dan suamimu akan berkuasa atasmu.

Allah                  : Manusia, karena engkau telah makan buah dari pohon yang Ku larang, maka kau Aku hukum.

Terkutuklah tanah  karena engkau, engkau akan susah payah dalam bekerja seumur hidupmu sampai engkau kembali lagi

menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.

Demikian Allah menghukum manusia dan istrinya.

Allah membuatkan mereka pakaian dari kulit binatang lalu mengenakan pakaian itu kepada mereka, kemudian Allah mengusir mereka dari taman itu untuk mereka bekerja. Allah menjaga taman itu, dengan menempatkan  beberapa kerub dengan pedang yang bernyala – nyala dan menyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.

Si Pemberani – Yohanes Pembaptis

Nats : Matius 3 : 1 – 17

 MATIUS 3:1-17

3:1. Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan:

3:2 “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!”
3:3 Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya ketika ia berkata: “Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.”
3:4 Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan.
3:5 Maka datanglah kepadanya penduduk dari Yerusalem, dari seluruh Yudea dan dari seluruh daerah sekitar Yordan.
3:6 Lalu sambil mengaku dosanya mereka dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan.

3:7. Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: “Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?
3:8 Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.
3:9 Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!
3:10 Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.
3:11 Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.
3:12 Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.”

3:13. Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya.
3:14 Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?”
3:15 Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Dan Yohanespun menuruti-Nya.
3:16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,
3:17 lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”

Tujuan :

  1. ASM mengenal siapa Yohanes Pembaptis.
  2. ASM mampu menceritakan kembali cerita tentang Yohanes Pembaptis.

Nyanyian :

KJ 376 – Ikut Dikau Saja Tuhan.

  1. Ikut Dikau      saja Tuhan,
    jalan damai bagiku;
    Aku s’lamat dan sentosa
    hanya oleh darahMu.

Refrein:
Aku ingin ikut Dikau
dan mengabdi padaMu:
dalam Dikau, Jurus’lamat,
‘ku bahagia penuh!

  1. Ikut Dikau      di sengsara,
    kar’na janjiMu teguh:
    atas kuasa kegelapan
    ‘ku menang bersamaMu.
  2. Ikut dan      menyangkal diri,
    aku buang yang fana,
    hanya turut kehendakMu
    dan padaMu berserah.
  3. Ikut dalam      kesucian, lahir, batin yang bersih;
    aku rindu mengikuti
    suri yang Engkau beri.

Cerita :

Bagian 1

Ada orang yang berseru – seru, “Bertobatlah, bertobatlah, sebab kerajaan ALLAH sudah dekat, bertobatlah”.

Siapakah dia ? Dia adalah Yohanes Pembaptis, anak dari Ibu Elisabeth dan bapa Zakharia. Dia pemberani, pakaiannya terbuat dari bulu unta berikat pinggang kulit dan makanannya belalang dan madu hutan.

Bagian 2

Yohanes pembaptis berkeliling masuk kampung – kampung, kota – kota, Yudea sampai Yerusalem dia datangi. Dia menyampaikan seruan ke orang banyak untuk bertobat dan dibaptis sebagai pernyataan untuk kembali kepada ALLAH.

Ketika dia berkeliling, orang – orang Farisi dan Saduki tidak senang karena mengajak orang banyak untuk bertobat. Pada waktu itu orang Farisi adalah orang yang dihormati. Namun Yohanes Pembaptis tidak takut, dia tetap menegur dengan keras orang – orang Farisi dan Saduki, “Hai kamu bertobatlah, karena Dia yang sempurna akan segera datang”. Rupanya orang – orang Farisi dan Saduki itu tidak taat sama firman Tuhan, mereka hanya rajin baca Firman Tuhan tapi tidak mentaatiNya.

Ketika Yohanes Pembaptis, masih di sekitar sungai Jordan, datang Tuhan Yesus mendekat kepadanya. Tuhan Yesus minta untuk dibaptis, namun Yohanes Pembaptis menolakNya. Karena Yohanes Pembaptis orang itu adalah Tuhan Yesus, Sang Juru Selamat. Namun Tuhan Yesus berkata, ” Baptislah Aku karena itu adalah kehendak ALLAH Bapa di surga.

Kemudian Yohanes Pembaptis mengajak Tuhan Yesus masuk ke pinggir sungai Jordan dan Yohanes Pembaptis membaptis Tuhan Yesus dan tiba  – tiba langit terbuka, lalu melihat ROH ALLAH seperti burung merpati datang di atas Tuhan Yesus, lalu ada suara dari surga, “ INILAH ANAK-KU YANG KU KASIHI KEPADANYALAH AKU BERKENAN”.

Bagian 3

Yohanes Pembaptis telah menaati kehendak ALLAH untuk membaptis Tuhan Yesus, untuk membuka jalan untuk kehadiran Sang Juruselamat.

Yohanes Pembaptis adalah orang yang berani, berani menyampaikan kebenaran ke semua orang.

Yohanes Pembaptis adalah orang yang taat, taat melakukan apa yang ALLAH perintahkan kepadanya.

Harmoni dalam ciptaan Allah

Nats : Kejadian 2 : 8 – 25

8 Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur;      disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu. 9 Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang      menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan      di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang      baik dan yang jahat. 10  Ada suatu sungai mengalir dari Eden untuk membasahi taman itu, dan      dari situ sungai itu terbagi menjadi empat cabang. 11  Yang pertama, namanya Pison, yakni yang mengalir mengelilingi      seluruh tanah Hawila, tempat emas ada. 12  Dan emas dari negeri itu baik; di sana ada damar bedolah dan batu      krisopras. 13  Nama sungai yang kedua ialah Gihon, yakni yang mengalir      mengelilingi seluruh tanah Kush. 14  Nama sungai yang ketiga ialah Tigris, yakni yang mengalir di      sebelah timur Asyur. Dan sungai yang keempat ialah Efrat. 15  TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman      Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. 16  Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, 17  tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu,      janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya,      pastilah engkau mati.” 18  TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri      saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan      dia.” 19  Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan      segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu      untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang      diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup,      demikianlah nanti nama makhluk itu. 20  Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada      burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi      baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan      dia. 21  Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia      tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu      menutup tempat itu dengan daging. 22  Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu,      dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia      itu. 23  Lalu berkatalah manusia itu: “Inilah dia, tulang dari tulangku dan      daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil      dari laki-laki.” 24  Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya      dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu      daging. 25  Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu.

Tujuan :

  1. ASM mengetahui bahwa ciptaan ALLAH baik adanya.
  2. ASM mengucap atas alam yang disediakan oleh ALLAH.
  3. ASM mampu merawat dan memelihara ciptaan ALLAH.

Nyanyian

Kidung Jemaat  ;337 Betapa Kita Tidak Bersykur

(1) Betapa kita tidak bersyukur

Bertanah air kaya dan subur

Lautnya luas, gunungnya megah

Menghijau padang, bukit, dan lembah

<refrein>

Itu semua berkat karunia

ALLAH yang Agung Maha Kuasa

Itu semua berkat karunia

ALLAH yang Agung Maha Kuasa

(2) Alangkah indah pagi merekah

Bermandi cah’ya surya nan cerah

Ditingkah kicau burung tak henti

Bunga pun bangkit harum berseri <reff>

(3) Bumi yang hijau, langitnya terang

Berpadu dalam warna cemerlang

Indah jelita, damai, dan teduh

Persada kita jaya dan teguh <reff>

Cerita :

Siapa yang pernah retreat di daerah pegunungan ? tentu banyak dari antara kita pernah ikut retreat di daerah pegunungan.

Bagaimana suasananya ? , tentu sangat menyenangkan, sekeliling pohon – pohon hijau, bunga-bunga warna – warni terlihat  menyegarkan mata. Burung – burung masih terdengar berkicau dan ketika kita bernafas terasa segar di dalam dada kita. Semua yang kita rasakan terasa baik buat kita.

Daratan, pegunungan, lautan, sungai, tumbuhan berbagai macam jenis, hewan yang berbagai macam jenis, Allah ciptakan dengan begitu menakjubkan.   

Tuhan juga menciptakan perempuan untuk menemani manusia, Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia      tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu      menutup tempat itu dengan daging. 22  Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu,      dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia      itu. 23  Lalu berkatalah manusia itu: “Inilah dia, tulang dari tulangku dan      daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil      dari laki-laki.” 

Allah memberikan seluruh makhluk, baik pohon – pohon, hewan dan binatang untuk diberi nama oleh manusia, Allah memberikan kuasa kepada manusia untuk mengelola dan memelihara alam.

Allah menyediakan segala yang dibutuhkan manusia, yang  terbaik yang Dia berikan, mari puji Allah kita, bersyukur atas kebaikkanNya – senantiasa.

Aku Kagum Akan ALLAH Ku

Nats : Kejadian 1 : 1-7

  1. Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.
  2. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.
  3. Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi.
  4. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.
  5. Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.
  6. Berfirmanlah Allah: “Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air.
  7. Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian.

Tujuan :

  1. ASM mengetahui kebesaran ALLAH.
  2. ASM memuji kebesaran ALLAH.

Nyanyian :

Kidung Jemaat 64 “Bila kulihat Bintang Gemerlapan”

ayat 1)Bila kulihat bintang gemerlapan dan bunyi guruh riuh kudengar, Ya Tuhanku, tak putus aku heran melihat ciptaanMu yang besar.

Ref: Maka jiwakupun memujiMu: “Sungguh besar Kau, Allahku!” Maka jiwakupun memujiMu: “Sungguh besar Kau, Allahku!”

Ayat2)Ya Tuhanku, pabila kurenungkan pemberianMu dalam Penebus, ‘ku tertegun: bagiku dicurahkan oleh PutraMu darahNya kudus.

ayat3) Pabila nanti Kristus memanggilku, sukacitaku amatlah besar, kar’na terkabullah yang kurindukan: melihat Dikau, Tuhanku akbar.

 

Bahan :

  1. Globe
  2. Gambar Langit, Bumi ,Matahari, Air,

Cerita :

Minggu pagi seorang Guru Sekolah Minggu perempuan telah siap untuk bercerita, dia persiapkan alat peraganya dengan baik, dia rapihkan bajunya  dan dengan percaya diri dia masuk kelas dan menyapa :

“Pagi adik-adik, apa kabar?”, selamat hari minggu ya, selamat tahun baru ya adik – adik, Katanya. Adik – adik sekolah minggu membalas dengan berkata baik kak, selamat hari minggu.

Adik-adik sekolah minggu terlihat riuh sekali dan semua berusaha mendekati guru sekolah minggu tersebut.

“Kak, apa itu ?” banyak adik – adik sekolah minggu yang bertanya. Kita mau main bola ya, kata seorang anak laki – laki.

Guru Sekolah Minggu itu tersenyum, bukan adik – adik, sini semua duduk dengan rapih kakak mau bercerita.

Pada waktu yang lama sekali, belum ada apa – apa. Allah melihat semua masih kosong,lalu Allah mulai bekerja, mula pertama Allah menciptakan   langit   dan  bumi  namun semua masih gelap ,

kemudian Allah berfirman :

”Jadilah terang.” .

Allah menamai terang itu siang dan gelap itu malam.

Kemudian Allah berfirman, Jadilah cakrawala  untuk memisahkan air . Begitulah Allah mencipta pada hari pertama.

Bagaimana adik-adik hebat ya Allah kita, semua yang DIA ciptakan baik adanya.  Demikian adik – adik cerita kita hari ini.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.